Filed under Pregnany & Birthing

Melahirkan Dengan Damai? MAGIC!!!

Melahirkan dengan damai?
Tanpa sakit & nyeri akibat kontraksi?
Pernah Anda bayangkan proses melahirkan tanpa teriakan ibu & tim medis?
Pernah terlintas teriakan Anda membuat takut si kecil yang baru lahir?

Melahirkan itu seperti menari tango. It takes two to tango. Dalam soal kehamilan “it takes a whole MORE than two to tango”. Dibutuhkan jauh lebih banyak kerja sama dalam melahirkan. Namun yang sering dilupakan adalah bayi sebagi bagian dari melodi melahirkan. Selain ibu & pendamping melahirkan.

Sekarang bayangkan ini. Anda sendirian, kecil & tak berdaya. Dalam ruangan gelap, hangat dan nyaman. 9 bulan Anda sudah beradaptasi dengan lingkungan ini. Kemudian, dalam hitungan jam, Anda berpindah ke lorong sempit. Dan tiba-tiba, sampailah Anda di hadapan kerumuman orang yang berteriak dan melemparkan energi cemas pada Anda.
Apa rasanya? Nyamankan?

Hypnobirthing adalah teknik yang dipakai untuk memastikan ibu dan anak nyaman selama proses melahirkan.
Nyaman?
Jadi sekarang kita akan menentang pendapat-pendapat orang tentang melahirkan?
Hmm. Hampir semua orang bilang, melahirkan itu sakit, nyeri, mau marah.
Suami-suami juga jadi korban, dicakar, dipukur, dibentak. Aduuuh.
Yakin bisa nyaman selama proses melahirkan?

Well, kalau begitu kita harus mendefinikan ulang kata NYAMAN.
Oiya. Pernah dengar ini belum? KATA-KATA bisa MERUBAH NASIB Anda.
Di sinilah letak MAGIC-nya hypnobirthing.

Sadarkah Anda bahwa perasaan & tindakan Anda ditentukan oleh kata-kata Anda?
Jadi coba ganti kata-kata Anda, saya jamin, NASIB Anda juga berubah. Bukan nasib adalah kumpulan kejadian dalam hidup Anda? Dan kejadian dalam hidup Anda ditentukan oleh ACTION Anda? Anda bisa terus mundur ke belakang kalau mau.

Welll. Intinya hypnobirthing mengajarjan teknik pada ibu hamil untuk mengalami proses kehamilan dan melahirkan yang nyaman. Kesatuan antara BODY, MIND & SPIRIT ibu menentukan keberhasilan teknik ini. MAGIC? Ah, magic is just another word for unknown technique. Tahukah Anda, yang disebut magic hanyalah teknik-teknik yang Anda belum tahu saja. Kalau Anda tahu tekniknya, Anda pasti bisa juga kok jadi Deddy Corbuzier atau Romi Rafael. Percaya sama saya.

Yuk katakan sekali lagi. MAGIC hanyalah teknik-teknik yang saya belum ketahui.
Jadi, yuk intip teknik-teknik hypnobirthing.

Ada 4 pilar dalam hypnobirthing; breathing, relaxation, deepening dan visualization. Setiap pilar dipakai untuk menjawab kebutuhan yang berbeda. Breathing (pernapasan) misalnya. Dalam kelas hypnobirthing akan diajarkan 3 jenis pernapasan yang berguna saat melahirkan. Sehingga ibu bisa menghemat tenaga dan tenang menyambut malaikat kecilnya.

Juga visualisasi & relaksasi. Anda pasti tahu kan bahwa otak kita bekerja sesuai arahan kita. Semacam CPU yang bekerja sesuai dengan perintah yang kita pejet lewat keyboard. Jadi kalau perintahnya benar PASTI gambarnya benar. Hypnobirthing melatih diri Anda untuk menuliskan perintah yang benar. Sehingga akhirnya, pikiran otomatis mengeluarkan hal-hal yang mendukung kelahiran yang nyaman.

Selain 4 pilar di atas. Juga dibutuhkan 2 hal lagi yang menentukan kesuksesan hypnobirthing. Yaitu LATIHAN dan INFORMASI. Informasi menentukan wawasan para ibu. Yang pada akhirnya, menentukan perasaan dan tindakan Anda.
Tahukah Anda, tubuh Anda memproduksi sejenis MORPHIN yang super dahsyat?
Tahukah Anda bayi Anda sangat ingin bekerja sama dengan Anda dalam proses melahirkan?
Tahukah Anda, yang selama ini disebut kontraksi adalah HANYA ketegangan otot, seperti saat Anda lelah?
Nah, informasi seperti ini dan banyak lagi informasi penting yang dibagikan selama hypnobirthing.

Terakhir, LATIHAN. Otak itu seperti parasut, hanya bekerja saat terbuka. Pasti Anda sudha pernah dengar. Saya mau bilang, OTAK itu seperti OTOT. Hanya bisa bekerja baik jika dilatih. Jadi, yuk mulai sekarang latih otak kita seperti kita melatih otot.

Happy pregnancy ayah, bunda….
Salam cinta buat si kecil, kebanggaan Anda dan masa depan INDONESIA.

Tagged , , , , , , ,

The Meaning of Communication is The Response It Gets

Seringkali saat saya berkomunikasi dengan Genta (19 bulan) di tempat umum, saya merasa beberapa pasang mata memperhatikan kami. Bahkan di kalangan saudara pun, sempat terdengar komentar begini, terus kalau dia mau jawab, gimana caranya mbak, wong dia belum bisa ngomong. Dalam hati, saya bertahan, yah kalau nungguin bisa ngomong, gimana caranya orang bisa berkomunikasi dengan binatang-binatang peliharaannya?

Sejak masih dalam kandungan, Genta adalah individu yang sangat mudah diajak bicara. Saya ingat, waktu di-USG pertama kali dan wajahnya tertutup tangan. Kemudian dalam perjalanan USG yang kedua, saya elus perut saya sambil bilang, dek, nanti waktu difoto tolong mukanya ditunjukin ya sama ayah sama ibu sama om dokter. Alhasil sesi foto kedua sukses dilakukan. Kebetulan? Menurut saya kok tidak

Begitu juga waktu saya ngobrol sama Genta saat masih di dalam perut. Saya bilang, “Dek, nanti lahirnya hari Sabtu atau Minggu aja ya? Pas ada ayah, pas jalanan juga gak macet. Kalau bisa sih malam.” Genta lahir hari Minggu siang jam 11.40 WIB, saya diantar ayahnya Genta ke rumah sakit malam sebelumnya. Kebetulan lagi? Big No.

Sampai sekarang Genta sangat mudah diberi pemahaman. Nonton TV dekat-dekat, saya bilang no no. Berikutnya kalau dia dekat TV, saya tanya, “Boleh gak nak deket-deket TV?” Dia jawab, “No no no no.” Sambil dia geleng-geleng kepala dan mundur dari TV. Apakah ada banyak kebetulan di sekitar saya? Menurut saya lagi-lagi bukan.

Saya percaya betul tidak ada namanya kebetulan. Saya juga percaya bahwa otak manusia sudah aktif segera setelah diciptakan. Bukan seperti SIM CARD yang perlu diaktifkan dulu. Jadi saya yakin ada penjelasan di balik semua ini.

Saya menemukan jawabannya di NLP. Dalam NLP diajarkan – The Meaning of Communication is The Response It Gets-. Yang kurang lebih bisa diartikan komunikasi bisa dikatakan bermakna jika respons pendengarnya sesuai dengan tujuan komunikasi. Wow. Jadi message sent is not enough. Not even message delivered. Komunikasi baru berhasil jika respon pendengarnya sesuai dengan tujuan dilakukannya komunikasi. Jika respon tidak sesuai, artinya apa? Artinya sesuatu harus dirubah.

Ada banyak bagian dalam proses komunikasi yang bisa mempengaruhi maknanya selain content dari mesagenya. Cara deliverynya, misalnya. Ini menyangkut pemilihan waktu, penggunaan intonasi, representasi ekspresi, kongruensi pembicara dan masih banyak hal yang lain. Yang  jelas yang mau saya sampaikan di sini adalah, jika respon pendengar Anda tidak sesuai dengan tujuan komunikasi Anda, ADA yang  KURANG TEPAT, jadi ya ada 2 pilihan selanjutnya. Rubah ekspektasi Anda atau ubahlah cara Anda berkomunikasi.

Tagged , , , , , , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 284 other followers